TEMBILAHAN - Sebuah bantuan tidak selalu hanya berupa barang. Bagi Kandarani, warga Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), bantuan kaki palsu dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI menjadi harapan baru untuk kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.

Kaki palsu tersebut diterima Kandarani pada Kamis (3/9/2026) di Sentra Abiseka Pekanbaru. Bantuan itu diajukan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian diproses oleh Kementerian Sosial RI melalui Sentra Abiseka Pekanbaru.

Setelah bantuan diterima, Kandarani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu hingga bantuan tersebut dapat terwujud.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikannya kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan alat bantu tersebut. Menurutnya, bantuan kaki palsu sangat berarti untuk membantu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kemandirian.

Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir yang telah membantu proses pengajuan hingga pendampingan bantuan tersebut.

Bagi Kandarani, kaki palsu yang diterimanya bukan sekadar alat bantu untuk bergerak. Bantuan itu menjadi bukti adanya perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berawal dari Usulan hingga Pengukuran

Pendamping Sosial Kecamatan Batang Tuaka, Bapadhal, S.Pd.I, menjelaskan bahwa proses bantuan tersebut dimulai dari pengusulan melalui Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir kepada Kementerian Sosial RI.

Usulan tersebut kemudian diteruskan kepada Sentra Abiseka Pekanbaru untuk diproses sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

“Usulan bantuan ini disampaikan melalui Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir untuk diteruskan kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Abiseka Pekanbaru,” ujar Bapadhal saat dihubungi, Jumat (4/9/2026).

Setelah usulan diproses, Kandarani kemudian diundang ke Pekanbaru untuk menjalani pengukuran. Tahap ini penting agar kaki palsu yang dibuat dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Kandarani.

Menurut Bapadhal, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung, terutama untuk membantu mobilitas dan aktivitas Kandarani dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi Kandarani dan dapat menjadi penyemangat untuk kembali beraktivitas,” ujarnya.

Bantuan yang Menguatkan Semangat

Bantuan kaki palsu tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan alat bantu untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Bagi Kandarani, perhatian yang diterimanya tidak hanya memberikan manfaat secara fisik. Lebih dari itu, bantuan tersebut juga memberikan semangat dan kepercayaan diri untuk menjalani hari-hari ke depan.

Dengan bantuan tersebut, ia berharap dapat lebih mudah melakukan berbagai aktivitas dan perlahan kembali menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga kebaikan dan perhatian yang diberikan kepada saya menjadi amal dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang telah membantu,” ungkap Kandarani.

Bapadhal juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir atas kerja sama dan perhatian yang diberikan kepada Kandarani.

Menurutnya, bantuan seperti ini diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam membantu mereka menjalani aktivitas secara lebih mandiri.

“Terima kasih kepada Kemensos RI dan Dinas Sosial P3A Kabupaten Indragiri Hilir yang telah memberikan perhatian serta memfasilitasi bantuan ini. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi Kandarani untuk kembali beraktivitas,” katanya.

Bantuan kaki palsu tersebut menjadi bukti bahwa dukungan pemerintah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebuah alat bantu yang mungkin terlihat sederhana, namun bagi penerimanya memiliki arti yang sangat besar.