Si Jago Merah Luluhlantakkan 16 Ruangan Ponpes Daarul Rahman Kateman, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Tembilahan (Kemenag) – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Islam di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Musibah kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman yang berlokasi di Jalan Santri, Parit 12 Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, pada Senin (26/1/2026) sore menjelang malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB tersebut diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik di salah satu ruangan di lantai dua. Api dengan cepat merambat dan menghanguskan sedikitnya 16 unit bangunan penting di pesantren yang berdiri sejak tahun 2018 tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, kobaran api melahap fasilitas vital yang meliputi: Fasilitas Guru (Ruang Guru Putra), Ruang Rapat Majelis Guru, dan Kantor/Ruang Kepala MA, Asrama Santri (Kamar santri kelas 1, 2, dan 3 MTs, serta kamar santri kelas 4, 5, dan 6 MA), Fasilitas Belajar (Ruang kelas 5 dan 6 MA Putra, total 8 ruang kelas gabungan MA/MTs terdampak), Lainnya (Ruang UKS Putra dan Ruang Pramuka Putra).
Api baru berhasil dijinakkan sepenuhnya oleh petugas dan warga sekitar pada pukul 19.30 WIB. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diprediksi mencapai ratusan juta rupiah mengingat luasnya area yang terdampak di atas lahan pesantren seluas 27.000 m2 tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun, menyampaikan rasa duka mendalam saat mendapat kabar duka ini. Ia menegaskan pentingnya solidaritas untuk membantu 170 santri MA dan 180 santri MTs yang kini kehilangan tempat belajar dan asrama.
“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka yang sedalam-dalamnya atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Ponpes Daarul Rahman. Ini adalah ujian berat bagi dunia pendidikan kita di Inhil,” ujar H. Harun.
Beliau menambahkan bahwa pihak Kemenag akan segera berkoordinasi untuk langkah darurat. “Fokus utama kita adalah memastikan proses belajar mengajar santri tidak terhenti total. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut bahu-membahu meringankan beban para santri dan guru,” pungkasnya.
Pondok Pesantren Daarul Rahman saat ini dipimpin oleh KH. Pardian Riva’i Hidayatullah. Dalam menjalankan operasional pendidikan, ia dibantu oleh Kepala MA, Wahyuddin dan Kepala MTs, Sarlinda Monita. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti bencana yang melumpuhkan sebagian besar fasilitas pendidikan di Parit 12 tersebut. (Ria)




