BeritaIndragiri HilirPendidikanRiauSosial Budaya

SMAN 1 Tembilahan Gelar Sosialisasi Stop Bullying, Bangun Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman

Tembilahan – SMAN 1 Tembilahan menggelar kegiatan Sosialisasi Stop Bullying pada Selasa (7/7/2026) sebagai upaya meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 1 Tembilahan ini diikuti oleh para siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Sosialisasi menghadirkan Founder LSM Pembina DRI, Dr. Titin Triana, S.H., M.H., sebagai narasumber yang memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, dampaknya terhadap kesehatan mental maupun perkembangan karakter peserta didik, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Dr. Titin Triana menegaskan bahwa bullying bukanlah sekadar candaan atau kenakalan biasa. Menurutnya, tindakan tersebut dapat meninggalkan trauma yang berkepanjangan bagi korban, bahkan memengaruhi prestasi belajar, rasa percaya diri, hingga kehidupan sosial seseorang.

“Setiap siswa memiliki hak untuk belajar dalam suasana yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Karena itu, budaya saling menghormati harus terus dibangun agar tidak ada lagi ruang bagi tindakan perundungan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tembilahan, Drs. H. Muhammad Nurlin, M.AP., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berempati, serta menghargai perbedaan.

Ia berharap seluruh siswa tidak hanya memahami bentuk-bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital, tetapi juga memiliki keberanian untuk melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan.

“Kami ingin SMAN 1 Tembilahan menjadi sekolah yang ramah bagi semua siswa. Setiap anak harus merasa aman dan nyaman ketika belajar. Oleh karena itu, pencegahan bullying menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan para siswa,” ungkapnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengalaman terkait perundungan, sekaligus memperoleh pemahaman mengenai cara menyikapi konflik secara positif tanpa menggunakan kekerasan maupun intimidasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga SMAN 1 Tembilahan semakin memahami pentingnya membangun budaya saling menghormati, saling peduli, dan menjaga persaudaraan, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif untuk mendukung proses belajar mengajar serta pembentukan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan bebas dari bullying.

Related Articles

Back to top button