Sinergi Sukseskan SE2026, BPS dan Kemenag Inhil Gelar Kegiatan ‘NgiBar’ bagi Kepala dan Operator Madrasah

Indragiri Hilir — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Inhil menggelar kegiatan Ngisi Bareng (NgiBar) dalam rangka menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kegiatan yang berfokus pada Pendataan Lengkap Usaha/Perusahaan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (19–20 Mei 2026).
Bertempat di Aula Mawar Kantor Kemenag Inhil, agenda strategis ini melibatkan seluruh Kepala Madrasah dan Operator dari berbagai jenjang pendidikan madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) yang berada di wilayah Kecamatan Tembilahan dan Kecamatan Tembilahan Hulu.
Kepala BPS Kabupaten Indragiri Hilir, Zulyadi, menjelaskan bahwa keterlibatan institusi pendidikan di bawah naungan Kemenag sangat krusial dalam menyediakan basis data ekonomi yang akurat dan terpercaya secara nasional. Lewat format pendampingan langsung (NgiBar) ini, proses pengisian dokumen SE2026-L diharapkan dapat berjalan lebih cepat, valid, dan minim kesalahan teknis.
“Sensus Ekonomi 2026 ini memegang peranan vital untuk menyusun cetak biru kebijakan ekonomi bangsa ke depan. Melalui metode ‘NgiBar’ atau Ngisi Bareng ini, kami ingin memastikan setiap instansi dan unit usaha, termasuk lembaga pendidikan madrasah di Tembilahan dan Tembilahan Hulu, dapat mengisi instrumen data dengan tepat guna sesuai tata cara penulisan yang baku,” ujar Zulyadi di sela-sela memantau kegiatan.
Turut hadir langsung mendampingi jalannya kegiatan selama dua hari tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Inhil, H. Zainal Abidin. Ia menegaskan dukungan penuh jajaran Kemenag Inhil terhadap program nasional yang dimotori oleh BPS ini.
“Kami dari pihak Kemenag Inhil mewajibkan dan mengawal penuh kehadiran para Kepala Madrasah dan Operator dalam kegiatan ini. Keakuratan data madrasah kita adalah kontribusi nyata bagi negara. Kami berharap sinergi yang baik antara operator BPS dan madrasah dapat terus terjaga sehingga target pengisian data satu persen seratus persen valid di wilayah Tembilahan ini dapat tercapai tepat waktu,” tegas H. Zainal Abidin.
Selama jalannya acara, para operator dipandu secara mendetail mengenai teknis pengisian Blok I terkait Keterangan Usaha/Perusahaan hingga tata penulisan menggunakan huruf kapital balok dan penggunaan angka biasa, guna menjamin aspek legalitas dan kerahasiaan data yang dilindungi penuh oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.



