Selesaikan Tesis di Unilak, H. Mulyono Buktikan Ilmu dan Pengabdian Bisa Berjalan Beriringan

PEKANBARU – Wakil Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) An-Nur Provinsi Riau, H. Mulyono, S.E., M.M., resmi menyandang gelar Magister Manajemen setelah berhasil menyelesaikan ujian tesis Program Pascasarjana di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru, pada Kamis (9/7/2026).
Sidang ujian tesis yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini menjadi penanda babak baru bagi H. Mulyono, yang selama ini dikenal aktif menjalankan berbagai peran, baik di lingkungan keagamaan, profesional, maupun organisasi kemasyarakatan di Provinsi Riau.
Pertahankan Tesis di Bidang Kehutanan
Dalam sidang tersebut, H. Mulyono berhasil mempertahankan tesis yang berjudul “Pengaruh Perceived Stress terhadap Beban Kerja melalui Efikasi Diri terhadap Beban Kerja Karyawan di Bidang Kehutanan”. Penelitian ini mengangkat isu yang sangat relevan dengan dunia kerja sektor kehutanan, yakni bagaimana persepsi stres seorang karyawan dapat memengaruhi beban kerja yang dirasakannya, dengan efikasi diri berperan sebagai variabel yang menjembatani hubungan keduanya.
Sidang tesis ini diuji oleh dewan penguji yang terdiri atas para akademisi senior Unilak, yaitu:
Assoc. Prof. Dr. Adirahmat, S.E., M.M.
Assoc. Prof. Dr. Nurliana Nasution, S.T., M.Kom., MTA
Dr. Richa Afriana Munte, S.E., M.M.
Dr. Hardi, S.E., M.M.
Keempat penguji tersebut memberikan sejumlah pertanyaan dan masukan kritis seputar metodologi penelitian, konsistensi kerangka teori, hingga implikasi praktis dari temuan tesis, sebelum akhirnya menyatakan H. Mulyono berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan dewan penguji.
Ilmu sebagai Ibadah dan Amal Jariah
Bagi H. Mulyono, pencapaian gelar Magister Manajemen ini tidak sekadar menjadi kebanggaan akademik semata, melainkan juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan yang selama ini ia yakini. Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana banyak dianjurkan dalam ajaran Islam.
Menurutnya, ilmu yang telah diperoleh melalui proses studi ini diharapkan tidak berhenti pada capaian gelar akademik, tetapi juga dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjadi amal jariah yang memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi dirinya, keluarga, maupun lingkungan kerja dan organisasi tempatnya mengabdi.
Apresiasi dari Imam Besar BPMR An-Nur: Tesis Sarat Nilai Husnudzon
Topik tesis yang diangkat H. Mulyono mengenai perceived stress (persepsi stres) turut menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Imam Besar sekaligus Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) An-Nur Provinsi Riau, Dr. H. Zul Ikromi, Lc., M.A.
Menurut Zul Ikromi, tesis yang ditulis H. Mulyono memiliki korelasi yang sangat kuat dengan konsep husnudzon (prasangka baik) dalam ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa secara ilmiah, tingkat perceived stress yang tinggi pada seseorang biasanya dipicu oleh penilaian negatif terhadap masa depan atau kondisi yang tengah dihadapi saat ini. Ketika seseorang memandang beban kerja secara pesimis, tekanan psikologis yang dirasakan pun akan menjadi jauh lebih berat dibandingkan mereka yang memiliki cara pandang lebih positif.
Zul Ikromi mengaitkan hal tersebut dengan sebuah hadis qudsi yang menjelaskan bahwa persepsi seorang hamba turut menentukan bagaimana Allah SWT memperlakukannya, sebagaimana termaktub dalam riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa Allah bertindak sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.
Ia menambahkan bahwa efikasi diri yang menjadi salah satu variabel utama dalam tesis H. Mulyono pada dasarnya merupakan manifestasi dari rasa percaya diri yang dibangun di atas fondasi husnudzon. Menurutnya, dengan membangun persepsi positif serta prasangka baik terhadap setiap ketetapan dan tantangan pekerjaan, seorang karyawan dapat menekan tingkat stres yang dirasakan dan mengelola beban kerja dengan jauh lebih efektif dan produktif.
Selaras dengan Dunia Kerja di Sektor Kehutanan
Selain mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Harian BPMR An-Nur Provinsi Riau, H. Mulyono juga berkarier sebagai profesional di PT Arara Abadi, salah satu perusahaan di bawah naungan Sinarmas Group yang bergerak di sektor kehutanan dan pengelolaan hutan tanaman industri.
Topik tesis yang diangkatnya dinilai sangat selaras dan relevan dengan bidang pekerjaan yang dijalani sehari-hari, di mana isu perceived stress, beban kerja, dan efikasi diri merupakan tantangan nyata yang kerap dihadapi oleh karyawan di lingkungan kerja sektor kehutanan yang menuntut kedisiplinan, ketahanan fisik, maupun mental yang tinggi.
Aktif di Berbagai Organisasi
Di luar aktivitas profesional dan keagamaan, H. Mulyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan profesi, di antaranya sebagai pengurus Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisariat Daerah (Komda) Riau, serta pengurus Forum CSR (Corporate Social Responsibility) Kabupaten Kampar.
Keaktifannya di berbagai organisasi tersebut mencerminkan komitmennya dalam berkontribusi lebih luas, tidak hanya pada lingkup pekerjaan dan keagamaan, tetapi juga dalam mendorong sinergi antara dunia usaha, tanggung jawab sosial perusahaan, dan kepentingan masyarakat di wilayah Riau.
Capaian yang Inspiratif di Tengah Kesibukan
Keberhasilan H. Mulyono menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di tengah padatnya aktivitas pekerjaan di sektor kehutanan, tanggung jawab organisasi profesi, serta kesibukan sebagai pengurus lembaga keagamaan, mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.
Ucapan selamat dan apresiasi mengalir dari rekan-rekan kerja di lingkungan Sinarmas Group, sesama pengurus organisasi seperti APHI Komda Riau dan Forum CSR Kabupaten Kampar, hingga jajaran pengurus Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) An-Nur Provinsi Riau. Pencapaian ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa semangat menuntut ilmu dapat terus dijalankan secara beriringan dengan tanggung jawab profesional, sosial, maupun keagamaan, sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus mengembangkan diri tanpa mengesampingkan nilai-nilai keimanan dan pengabdian kepada masyarakat.




