Polsek Enok Gelar Tanam Jagung Perdana Kwartal II di Simpang Tiga Darat Demi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kegiatan strategis ini tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian, tetapi juga mengedepankan sinergitas lintas sektoral yang kuat di wilayah Kecamatan Enok. Turut hadir dalam penanaman perdana tersebut Kepala Desa Simpang Tiga Darat Krisna Futra, para Kanit Polsek Enok, Babinsa Desa Simpang Tiga Pelda Boy Sitompul, Ketua BPD Syafruddin, Ketua LPM M. Asra, Kepala Dusun Parit Jambi Hamdan, Ketua RT Jalaludin, serta puluhan warga masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Kapolsek Enok, IPTU Parsaulian Simanjuntak, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penanaman jagung di atas lahan seluas satu hektar ini merupakan bentuk pendampingan aktif Polri terhadap sektor pertanian masyarakat. Menurutnya, program hortikultura ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan agar dapat berkontribusi langsung pada kestabilan pasokan pangan daerah. Kapolsek juga menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah petani adalah untuk memberikan kepastian, dukungan moral, serta pengawalan agar program pemerintah ini berjalan sukses tanpa kendala.
Lebih lanjut, IPTU Parsaulian Simanjuntak mengungkapkan bahwa melalui momentum penanaman jagung ini, Polsek Enok berupaya membangun jalur komunikasi yang lebih erat dengan warga. Kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional demi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Dirinya berharap keterlibatan aktif institusinya mampu mendongkrak kepercayaan publik terhadap kepolisian, di mana Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Simpang Tiga Darat, Krisna Futra, memberikan penjelasan sekaligus apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan dedikasi Polsek Enok dalam mendampingi warganya. Krisna menyatakan bahwa kehadiran langsung Kapolsek beserta jajaran memberikan motivasi tambahan yang luar biasa bagi para petani setempat untuk mengelola lahan pertanian mereka dengan lebih produktif. Pihak pemerintah desa berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan instansi terkait agar pengelolaan lahan jagung ini dapat berjalan secara berkesinambungan.
Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, proses penanaman jagung perdana Kwartal II ini menghadapi tantangan cuaca berupa turunnya hujan di wilayah tersebut sejak siang hari. Kapolsek Enok mengonfirmasi bahwa kondisi hujan sempat memperlambat mobilitas para pelaksana di lapangan, sehingga proses penanaman diperkirakan baru akan selesai sepenuhnya pada sore hari. Meski diguyur hujan, semangat tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, aparatur desa, dan warga tidak surut dalam menyelesaikan penanaman bibit jagung di area yang telah disiapkan.
Di sisi lain, penanaman Kwartal II ini juga menjadi momen evaluasi penting karena merupakan penanaman tahap kedua di Desa Simpang Tiga Darat. Berdasarkan laporan berkala, penanaman tahap pertama yang dilaksanakan pada bulan Maret 2026 yang lalu dinyatakan gagal tumbuh akibat serangan hama yang masif. Bibit jagung sebelumnya habis dirusak oleh hama tikus, musang, dan siput, sehingga memaksa pihak Polsek dan kelompok tani melakukan sterilisasi lahan serta melakukan penanaman ulang dengan strategi proteksi yang lebih ketat.
Menutup keterangannya, Kapolsek Enok menyampaikan optimisme tinggi terkait estimasi masa panen raya jagung Kwartal II ini yang diproyeksikan jatuh pada akhir Agustus 2026 mendatang. Dengan perawatan yang lebih intensif, mitigasi hama yang lebih baik, serta dukungan cuaca yang mendukung, diharapkan lahan satu hektar ini mampu menghasilkan panen yang melimpah. Kegiatan penanaman perdana tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, serta menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian pangan di wilayah hukum Polsek Enok.




