BeritaIndragiri HilirPendidikanSosial Budaya

Lawyer Masuk Sekolah Berikan Edukasi Anti Bullying pada Kegiatan MATAMUDA MIS NU 2 Tembilahan Hulu

Tembilahan Hulu – Dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman, MIS NU 2 Tembilahan Hulu menggelar kegiatan Anti Bullying yang dirangkaikan dengan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) pada Sabtu, 18 Juli 2026, di lingkungan MIS NU 2 Tembilahan Hulu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala MIS NU 2 Tembilahan Hulu, Dr. Fahrurazi, M.Pd., serta menghadirkan Founder Lawyer Masuk Sekolah, Dr. Titin Triana, S.H., M.H., sebagai narasumber utama dalam penyampaian materi mengenai pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutannya, Kepala MIS NU 2 Tembilahan Hulu, Dr. Fahrurazi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan MATAMUDA tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan madrasah kepada peserta didik baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, kepedulian, dan rasa saling menghormati sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar madrasah.

Menurutnya, lingkungan belajar yang aman dan bebas dari bullying merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus terus diperkuat agar setiap siswa mampu membangun hubungan yang harmonis dengan teman, guru, maupun seluruh warga sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Titin Triana, S.H., M.H., menjelaskan bahwa bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan, penghinaan, pengucilan, ancaman, hingga kekerasan fisik maupun verbal. Ia mengingatkan bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat berubah menjadi perundungan apabila menimbulkan rasa takut, sedih, atau menyakiti orang lain.

Melalui program Lawyer Masuk Sekolah, Dr. Titin mengajak seluruh peserta didik untuk menjadi generasi yang berani berkata tidak terhadap bullying. Ia juga mengajak siswa untuk membiasakan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, membantu teman yang membutuhkan, serta tidak ragu melaporkan kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan.

“Madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang. Mari kita bangun budaya saling menghormati, saling menyayangi, dan saling menjaga agar tidak ada lagi tindakan bullying di lingkungan sekolah,” ungkap Dr. Titin di hadapan para peserta.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa baru mengikuti sosialisasi secara aktif melalui sesi tanya jawab, diskusi, serta penyampaian contoh-contoh perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah beserta langkah-langkah pencegahannya.

Melalui pelaksanaan kegiatan Anti Bullying dalam rangkaian MATAMUDA ini, diharapkan seluruh peserta didik MIS NU 2 Tembilahan Hulu semakin memahami pentingnya menghargai sesama, menjaga etika dalam pergaulan, serta menjadi pelopor terciptanya madrasah yang ramah anak, aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Sinergi antara pihak madrasah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berkarakter, berakhlakul karimah, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Related Articles

Back to top button