Kemenag Inhil Sosialisasikan Kurikulum Berbasis Cinta di MTs Abbasiyah Teluk Pinang

Tembilahan (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir menggelar kegiatan Pembinaan Kepala dan Guru Madrasah sekaligus Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Acara ini dipusatkan di MTs Abbasiyah Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), pada Minggu (18/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Inhil, H. Harun, didampingi Kasubbag TU H. Indra Sabarianto, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) H. Zainal Abidin, serta pengawas Madrasah, Samsudin yang juga bertindak sebagai Narasumber dan staf Penmad lainnya.
Ketua Induk KKM MTs Abbasiyah, Abdul Salim, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Kemenag Inhil di Teluk Pinang. Ia menyebutkan bahwa peserta kegiatan ini mencakup seluruh Kepala Madrasah, guru, dan operator madrasah se-Kecamatan Gaung Anak Serka.
”Selamat datang kami ucapkan kepada Bapak Kepala Kemenag beserta rombongan. Kehadiran ini merupakan motivasi besar bagi kami di tingkat kecamatan. Kami melaporkan bahwa peserta hari ini terdiri dari seluruh elemen kunci madrasah, mulai dari kepala hingga operator, guna memastikan sinergi informasi tersampaikan dengan merata,” ujar Abdul Salim.
Kasi Pendidikan Madrasah, H. Zainal Abidin, memberikan pengantar khusus mengenai urgensi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, KBC bukan sekadar metode mengajar, melainkan pendekatan emosional yang mendalam antara pendidik dan peserta didik.
Sementara itu, Kasubbag TU Kemenag Inhil, H. Indra Sabarianto, menekankan pentingnya penguatan tata kelola administrasi di lingkungan madrasah agar sejalan dengan inovasi kurikulum yang diterapkan.
Puncak acara ditandai dengan sambutan dan arahan langsung dari Kepala Kantor Kemenag Inhil, H. Harun, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, H. Harun menekankan bahwa madrasah harus menjadi tempat yang nyaman dan penuh kasih sayang bagi siswa.
”Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tapi soal menyentuh hati. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, kita ingin madrasah di Indragiri Hilir, khususnya di Gaung Anak Serka, mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki karakter yang lembut dan penuh kasih,” tegas H. Harun dalam arahannya.
Acara berlangsung khidmat dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berharap implementasi KBC dapat segera diterapkan secara efektif di madrasah masing-masing.




