Disdik Inhil Resmi Keluarkan Dispensasi
TEMBILAHAN (inhilnews.com)— Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh atau Learning From Home bagi 8 satuan pendidikan di Kecamatan Tembilahan.
Kebijakan ini diambil menyusul maraknya ancaman kera liar yang berpotensi membahayakan keselamatan para siswa dan warga sekolah.
Langkah tegas ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Inhil melalui Sekretaris Disdik, H. Fauzan Amrullah, SE., MSi kepada Posmetro Indragiri, Rabu(5/8). Ia menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan seluruh warga sekolah merupakan prioritas utama saat ini.
" Iya, 8 Sekolah yang menerapkan belajar dirumah atau daring hal ini kita ambil mengingat 8 sekolah itu yang terdekat dari ancaman satwa liar tersebut dan iji sudah di izinkan bapak Bupati maupun hasil rapat bersama pihak terkait" tuturnya.
Adapun 8 sekolah yang diinstruksikan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi daring yakni SMPN 1 Tembilahan, SDN 007 Tembilahan, SDN 008 Tembilahan, SDN 005 Tembilahan, SDN 020 Tembilahan, TK Nurul Iman, KB Miftahul Huda dan PAUD Ar Ridha.
Meski begitu dilanjut H Fauzan bahwa empat poin utama terkait pelaksanaan sistem pembelajaran sementara ini yakni seluruh murid yang menempuh pendidikan di lokasi rawan ancaman kera liar diberikan dispensasi penuh untuk tidak hadir secara fisik di sekolah guna menjaga keselamatan diri. Lalu pengalihan KBM dari tatap muka menjadi daring (online) berlaku mulai 05 Agustus hingga situasi serta kondisi di wilayah terdampak secara resmi dinyatakan aman dan kondusif oleh pihak berwenang.
" Pembelajaran dilakukan mandiri di rumah melalui penugasan terstruktur yang diberikan oleh guru mata pelajaran masing-masing dan Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Tetap hadir ke sekolah untuk menjalankan tugas administratif, koordinasi, dan pemantauan pembelajaran daring, atau menyesuaikan dengan kondisi keamanan di lapangan" ucapnya.
Selain itu kita juga mengimbau seluruh warga sekolah dan orang tua murid untuk Meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar, membatasi aktivitas di luar rumah, khususnya di area-area yang terindikasi rawan dan selalu memantau arahan serta informasi resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
" Jadi kita semua tetap waspada dan hati-hati dengan kebijakan ini kita harapkan semua akan kembali baik-baik saja yang pasti 8 sekolah yang melakukan pembelajaran daring tetap semangat semoga musibah ini sefera berakhir dan sekolah bisa beraktivitas seperti biasa" harap Fauzab yang juga ketua PGRI Inhil.