Bangun Kepercayaan dari Akar: Sambu Group Gelar Kenduri Kelapa 2026

Sambu Group, Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kelapa yang berkelanjutan dalam kegiatan Kenduri Kelapa (14–16 April 2026).
Kegiatan ini diselenggarakan di dua lokasi utama operasional perusahaan, yakni PT Riau Sakti United Plantations Divisi Industri dan Divisi Perkebunan, dengan melibatkan lebih dari 45 petani kelapa Indragiri Hilir dan sekitarnya.
Hadir memberi sambutan, Camat Pulau Burung, Razali, S.E. “Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempererat hubungan antara petani dan industri, sehingga tercipta saling pengertian dan kepercayaan yang lebih kuat. Pendekatan yang dibangun melalui kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan kemitraan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung keberlanjutan sektor kelapa di daerah”, ungkap Razali.
Mengusung tema “Warisan Kelapa, Masa Depan Bersama”, Kenduri Kelapa 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan lintas generasi dan lintas perspektif, di mana petani senior dan petani muda dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, serta harapan terhadap masa depan ekosistem kelapa. Pendekatan kegiatan yang berbasis dialog dua arah ini menjadi pembeda utama, di mana tidak ada hierarki antara peserta dan perusahaan, melainkan kesetaraan dalam berbagi pengalaman nyata dari lapangan.
Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif Wibowo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari semangat perusahaan dalam memperkuat pondasi ekosistem kelapa. Menurutnya, tantangan utama sektor kelapa saat ini tidak hanya terletak pada aspek produksi dan hilir, tetapi juga di hulu serta pemangku kepentingan yang memiliki kesalingketergantungan.
“Kami melihat bahwa ekosistem kelapa keberlanjutan tidak bisa hanya dibangun dari sisi teknologi atau produksi, tetapi harus dimulai dari pemahaman dan kepercayaan. Termasuk dengan petani kelapa yang menjadi pemasok kebutuhan bahan baku utama. Kenduri Kelapa menjadi wadah untuk menyatukan perspektif tersebut,” jelas Dwianto Arif.
Dari sisi peserta, kegiatan ini juga mendapatkan respons positif. Salah satu petani kelapa, Khoidul Anwar, menyampaikan apresiasi atas manfaat yang dirasakan selama mengikuti kegiatan. Ia menilai bahwa kesempatan untuk berdialog langsung dengan pihak industri memberikan pemahaman baru yang selama ini belum didapatkan. “Kami jadi lebih mengerti bagaimana kelapa yang kami hasilkan diproses di industri. Selain itu, kami juga bisa menyampaikan langsung kondisi yang kami hadapi di kebun. Ini sangat bermanfaat untuk ke depan,” ungkap Khoidul.
Lebih dari sekadar kegiatan, Kenduri Kelapa merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berkelanjutan yang difokuskan pada penguatan hubungan antara petani dan industri. Dengan menghadirkan ruang dialog yang terbuka, inklusif, dan berbasis pengalaman nyata, Sambu Group berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem kelapa yang lebih solid, adaptif, dan memberi sebanyak mungkin manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.




