Tanamkan Karakter Sejak Dini, MI Jamiatul Jariah Gelar Sosialisasi Anti-Bullying Bersama Tim “Lawyer Masuk Sekolah

TEMBILAHAN HULU – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari tindak kekerasan, MI Jamiatul Jariah Paret 8 Tembilahan Hulu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang ditujukan bagi seluruh siswa-siswi ini menghadirkan pakar hukum sebagai narasumber utama.
Kepala Sekolah MI Jamiatul Jariah, Jauhari, S.Pd.I, MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman mengenai dampak buruk perundungan (bullying) baik secara fisik maupun verbal. Menurutnya, sekolah harus menjadi rumah kedua yang melindungi persaudaraan antar siswa.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di MI Jamiatul Jariah merasa aman saat menuntut ilmu. Dengan sosialisasi ini, kami berharap siswa mampu membedakan mana gurauan dan mana perilaku perundungan yang dapat merusak mental sesama teman. Karakter yang saling menghormati harus kita pupuk sejak dini,” ujar Jauhari di sela-sela acara.
Hadir sebagai narasumber spesial, Dr. Titin Triana, SH., MH, yang merupakan Founder dari program unggulan “Lawyer Masuk Sekolah” Dalam paparannya, Dr. Titin memberikan edukasi mengenai batasan hukum terkait tindakan perundungan serta bagaimana siswa harus bersikap jika melihat atau mengalami perilaku tersebut.
“Program ‘Lawyer Masuk Sekolah’ hadir untuk memberikan literasi hukum kepada generasi muda. Bullying bukan hanya masalah moral, tapi juga dapat bersinggungan dengan konsekuensi hukum. Kita ingin anak-anak di Tembilahan Hulu tumbuh menjadi pribadi yang taat aturan dan memiliki empati tinggi terhadap sesama,” tegas Dr. Titin Triana.
Antusiasme terlihat jelas dari para siswa yang mengikuti sesi tanya jawab mengenai cara mencegah kekerasan di sekolah. Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama serta komitmen seluruh warga sekolah MI Jamiatul Jariah untuk menjadikan Tahun 2026 sebagai Tahun Bebas Bullying.
Melalui kerja sama antara institusi pendidikan dan praktisi hukum ini, diharapkan MI Jamiatul Jariah Paret 8 dapat menjadi contoh bagi madrasah lain dalam mewujudkan lingkungan sekolah ramah anak di Kabupaten Indragiri Hilir.





