Rumah Singgah PGRI Inhil Kembali Jadi Tempat Menginap Guru dari Daerah

TEMBILAHAN – Rumah Singgah PGRI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang berada di jalan keritang kecamatan tembilahan kembali menunjukkan fungsinya sebagai wadah penunjang bagi para pendidik.
Kali ini, fasilitas tersebut digunakan oleh para guru daerah yang tengah menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Penjaskesrek dalam rangka mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) secara tatap muka di Tembilahan.
Ketua PGRI Inhil, H Fauzan Amrullah SE Msi melalui Penanggung Jawab Rumah Singgah PGRI Inhil, Syafruddin, SPd., MPd., membenarkan bahwa rumah singgah tersebut saat ini tengah dimanfaatkan oleh sejumlah guru yang datang dari berbagai kecamatan maupun luar daerah.
“Iya, saat ini ada beberapa guru yang menggunakan rumah singgah, yakni Sarjono dari Karimun, Bayu dan Indra dari Inhu, Adit dari Kuala Enok, Said dari Mandah, serta Suwanto dari Keritang Hulu,” ujar Syafruddin saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026).
Syafruddin menjelaskan bahwa kehadiran rumah singgah ini memang diprioritaskan bagi guru-guru daerah yang memerlukan tempat tinggal sementara saat memiliki urusan dinas di kabupaten maupun saat harus menjalani agenda akademik seperti ujian kuliah di Tembilahan.
“Kami memang membuka pintu seluas-luasnya bagi rekan-rekan guru yang membutuhkan tempat istirahat yang layak dan terjangkau saat berada di Tembilahan. Ini adalah bentuk komitmen PGRI Inhil dalam mendukung peningkatan kompetensi dan kelancaran tugas rekan-rekan guru,” tambahnya.
Salah satu mahasiswa RPL, Adit, guru asal Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Rumah Singgah PGRI Inhil tersebut. Menurutnya, fasilitas ini sangat meringankan beban mereka selama mengikuti rangkaian UAS tatap muka.
“Sangat terbantu sekali dengan adanya rumah singgah PGRI ini. Bagi kami yang datang dari jauh, ini menjadi solusi yang sangat efektif dan memudahkan kami untuk fokus menghadapi ujian tanpa harus memikirkan akomodasi di luar,” tutur Adit.




