Babinsa Pulau Burung Tingkatkan SDM Pengawasan Karhutla di Daerah Rawan

Pulau Burung – Dalam rangka antisipasi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Babinsa Koramil 11/Pulau Burung, Serda Hendra Kardi, secara proaktif melaksanakan patroli pengawasan di wilayah Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, pukul 09.40 WIB ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya pencegahan karhutla sejak dini.
Patroli ini difokuskan pada pemantauan area-area yang telah teridentifikasi memiliki potensi rawan kebakaran. Dengan saksama, Serda Hendra Kardi bersama tim memeriksa kondisi lahan dan mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan perhatian khusus. Kehadiran langsung di lapangan ini sangat krusial untuk mendeteksi gejala awal yang dapat memicu bencana asap dan kerusakan lingkungan.
Uniknya, patroli ini tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga mengikutsertakan dua orang warga masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat ini bukan sekadar partisipasi, melainkan bentuk konkret dari upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dalam bidang pengawasan karhutla. Babinsa memanfaatkan momen ini untuk berbagi pengetahuan dan melatih kewaspadaan warga.
Melalui pendekatan langsung di lapangan, Babinsa memberikan pembekalan praktis kepada warga mengenai cara mengenali tanda-tanda kerawanan, tata cara melaporkan temuan, serta langkah awal yang dapat diambil jika menemukan indikasi kebakaran. Edukasi di titik koordinat 0°23’54.041″ N 103°34’75.57″ E ini diharapkan dapat mencetak kader-kadar pengawas dari lingkungan masyarakat sendiri.
Strategi pemberdayaan masyarakat ini dinilai efektif karena warga lokal memiliki pemahaman mendalam tentang karakteristik lahan di sekitar mereka. Dengan meningkatnya kapasitas dan kesadaran mereka, sistem pengawasan menjadi lebih luas, cepat, dan berjalan terus-menerus, bahkan di saat petugas terbatas.
Komitmen Serda Hendra Kardi dan Koramil 11/Pulau Burung ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memitigasi risiko karhutla, khususnya di wilayah gambut yang rawan. Pencegahan melalui penguatan SDM di tingkat tapak dianggap sebagai langkah strategis yang berkelanjutan.
Kegiatan patroli gabungan TNI-masyarakat ini diharapkan dapat menjadi model yang berkelanjutan dan diterapkan di desa-desa lain. Sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun ketahanan dan kewaspadaan lingkungan.
Kedepannya, Babinsa berencana mengadakan pelatihan rutin dan forum diskusi dengan masyarakat untuk terus menyempurnakan sistem pengawasan mandiri. Dengan demikian, upaya pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi telah berubah menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Desa Pulau Burung.




